Tempe Keripik Sragen


Image result for tempe keripik bupati sragen


SRAGEN — Kuliner Sragen berupa keripik tempe benguk telah merambah manca negara, yakni Taiwan. Sentra industri cemilan tempe benguk ini berada di Dusun Mloko, Jenar Sragen. Jalan terjal berlapis beton yang sudah rusak itu menghubungkan Dusun Mloko, Desa/Kecamatan Jenar, Sragen. Permukiman ini terletak di ujung timur bagian utara Kabupaten Sragen yang berbatasan dengan wilayah Kabupaten Grobogan dan Kabupaten Ngawi.

Langit sedikit mendung saat seorang wanita paruh baya menjemur biji benguk di halaman rumahnya. Di dusun ini memang dikenal sebagai sentra industri rumah tangga berupa cemilan keripik tempe benguk atau yang dikenal dengan nama ilmiah Mucuna pruriens.

Membuat kuliner keripik tempe benguk sudah menjadi mata pencaharian Sukimin, 47, selain bertani. Menjadi pengrajin keripik benguk sudah menjadi tradisi di keluarga Sukimin. ”Kami adalah generasi ketiga. Sebelumnya, nenek dan ibu kami sudah menjadi pengrajin tempe benguk,” kata Sri Partini, 45, istri dari Sukimin, kala berbincang dengan Solopos.com di rumahnya, Selasa (26/7/2016).

Cara membuat keripik tempe benguk tidak jauh berbeda dengan keripik kedelai. Meski demikian diperlukan perlakuan khusus supaya kripik tempe benguk tidak terasa pahit dan langu. Setelah direbus dan diambil kulitnya, benguk perlu direndam selama tiga hari. Air yang digunakan untuk merendam benguk itu harus diganti dua kali.

Tahap berikutnya adalah penghilangan benguk menjadi irisan yang lebih kecil. Setelah dicampuri jamur ragi, benguk itu harus segera dibungkus menggunakan daun jati dan pisang. Pada tahap ini diperlukan ketelitian dan kesabaran. Irisan-irisan benguk itu harus disusun tipis berlapis daun pisang.

Sumber : Solopos.com

Komentar